Skip to content

Tiga Saham Top Losers, Di Antaranya dari Sektor Konstruksi

Tiga saham top losers didominasi oleh sektor konstruksi. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dibuka mengalami penurunan pada Selasa (06/04). IHSG melemah hingga 0,35% atau sebesar 20 poin ke 5.946 pada jam 9.02 WIB.

Ini Dia Tiga Saham Top Losers di Indonesia

Tiga Saham Top Losers, Di Antaranya dari Sektor Konstruksi

Delapan sektor mengalami penurunan bersama dengan IHSG. Sektor konstruksi serta properti mengalami kemerosotan 1,33%. Sektor keuangan melemah hingga 0,72%. Sektor aneka industri menurun sampai 0,33%.

Dua sektor kembali menguat di awal masa perdagangan. Sektor perdagangan serta jasa naik sebesar 0,11%. Sektor tambang menguat secara tipis sebesar 0,03%.

Tiga saham top losers LQ45 adalah:

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun sebesar -4,20%

PT PP Tbk (PTPP) turun -3,13%

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun sebesar -2,36%

Top gainers LQ45 terdiri dari:

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengalami kenaikan sebesar 1,78%

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) meningkat sebesar 1,58%

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 1,36%

Investor asing mencatat jual bersih atau net sell sebesar Rp32 miliar di seluruh pasar. Saham-saham yang memiliki penjualan bersih terbesar asing ialah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yakni sebesar Rp32,9 miliar. PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) mencapai Rp19,3 miliar. Selain itu juga ada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp6,8 miliar.

Saham-saham yang memiliki pembelian bersih atau net buy terbesar asing di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp7,1 miliar. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar Rp2,4 miliar. Tak lupa,  PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencapai Rp1,9 miliar.

Baca juga: Tips Belajar di Rumah

Rekomendasi Saham BUMN: KRAS, PTPP, serta TLKM 

Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi dapat  rebound pada perdagangan Selasa (06/04). Hal ini terjadi seusai Senin (05/04),  IHSG mengalami penurunan 41,17 poin atau setara 0,68% ke level 5.970,29. 

Dennies Christoper Jordan yang merupakan seorang Analis Artha Sekuritas Indonesia memproyeksikan, IHSG bergerak menguat. Level supportnya mencapai 5.927 sampai 5.884. Sedangkan level resisten berada di 6.032 sampai 6.094 pada Selasa (06/04) 

Pergerakan selama beberapa hari belakangan telah memasuki wilayah oversold. Indicator stochastic bergerak secara menyempit. Hal ini mengindikasikan potensi rebound. Begitu penjelasan Dennies. Namun, Dennies bilang, penguatan IHSG diperkirakan cuma bersifat jangka pendek. Sebelum akhirnya kembali melanjutkan pelemahan.

Di tengah kabar IHSG yang diprediksi akan menguat, ia merekomendasikan saham-saham berikut untuk dicermati: 

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

Rebound di area support bollinger band didukung oleh stochastic yang menyusun golden cross di area oversold. Hal ini mengindikasikan terdapat potensi penguatan. Analis menyarankan memasuki KRAS di nilai Rp610 sampai Rp625 per saham. Stop loss ketika berada di Rp595 per saham. Adapun target harganya berkisar di Rp660 per saham serta Rp680 per saham. 

PT  PP Tbk (PTPP)

Mengalami koreksi serta breakdown support. Investor disarankan untuk sell atau cut loss. Investor dapat masuk kembali di harga Rp1.360 hingga Rp1.390 per saham. Stop loss saat di Rp1.320 per saham. Target harga PTPP dipatok di angka Rp1.460 hingga Rp1.500 per saham. 

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Mengalami koreksi, tapi perusahaan ini masih mampu bertahan di atas level support. Analis menyarankan masuk pada harga Rp3.390 sampai Rp3.440 per saham. Stop loss saat berada di Rp3.340 per saham. Adapun target harga saham TLKM dipatok Rp 3.510 hingga Rp3.560 per saham.

Itu tadi informasi seputar tiga saham top losers beserta rekomendasi saham yang dapat Anda jadikan investasi.

Published inBerita