Skip to content

Mengenal Gejala Penyakit Stroke, Faktor Penyebab Hingga Metode Pengobatannya

Stroke adalah salah satu penyakit mematikan yang menyebabkan banyak angka kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, penyakit ini bahkan tercatat menduduki posisi ketiga sebagai penyakit penyebab kematian terbanyak. Namun apa penyebab utama dari penyakit ini dan bagaimana gejala penyakit stroke ini?

Pada ulasan kali ini, kami akan membahas mengenai penyakit stroke ini, mulai dari faktor penyebab hingga pengobatan penyakit ini. Langsung saja, berikut ulasan selengkapnya yang telah kami rangkum untuk anda.

Apa Itu Penyakit Stroke?

gejala penyakit stroke
flintrehab.com

Sebelum masuk ke pembahasan utama megenai gejala penyakit stroke dan faktor penyebabnya. Kami akan sedikit mendeskripsikan apa itu penyakit stroke berdasarkan ilmu medis.

Mengutip informasi dari salah satu halaman kesehatan terpercaya “Alodokter”, penyakit stroke adalah sebuah kondisi medis dimana penderitanya mengalami kerusakan otak akibat adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang membawa darah ke otak. 

Penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah ini menyebabkan berkurangnya pasokan darah yang mengandung oksigen dan nutrisi ke otak, sehingga terjadi kerusakan sel-sel di otak.

Apa Faktor Penyebab Penyakit Stroke?

Jika harus dijelaskan dengan lebih rinci, penyebab stroke  adalah penyumbatan pembuluh darah arteri atau pecahnya pembuluh darah di otak. Dalam dunia medis, stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah arteri disebut dengan stroke iskemik.

Sedangkan pada kasus stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak, jenis stroke tersebut dikenal dengan nama stroke hemoragik. Kembali mengutip ulasan dari salah satu artikel di halaman Alodokter, 80% kasus stroke yang banyak ditemukan saat ini adalah tipe stroke iskemik.

Apa Saja Faktor Resiko Penyakit Stroke?

Penyakit stroke sendiri memiliki potensi terjadi pada siapa saja. Namun dijelaskan dalam banyak di beberapa halaman kesehatan, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat membuat seseorang memiliki potensi tinggi mengalami penyakit stroke ini. Adapun beberapa faktor resiko tersebut adalah sebagai berikut:

  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Gangguan tidur
  • Pernah mengalami serangan jantung Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang dikenal dengan serangan jantung sementara.
  • Covid-19 (menurut beberapa penelitian terbaru, disebutkan bahwa penyakit Covid-19 dapat memicu stroke iskemik, namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut).  

Seseorang dengan faktor resiko yang disebutkan di atas memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami penyakit mematikan ini.

Apa Gejala Penyakit Stroke Secara Umum?

Sedangkan untuk gejala penyakit stroke. Berdasarkan ulasan dari beberapa halaman kesehatan, terdapat 3 gejala utama dari penyakit ini yang mudah dikenali, yakni meliputi:

  • Wajah – wajah penderita stroke umumnya akan mengalami penurunan pada satu sisi. Selain itu, penderita umumnya sulit atau bahkan tidak mampu tersenyum. 
  • Lengan – Salah satu lengan dari penderita stroke umumnya akan mengalami mati rasa atau lemas, sehingga tidak dapat digerakkan atau diangkat.
  • Kemampuan bicara – penderita stroke juga umumnya akan mengalami kesulitan dalam berbicara (sulit berbicara dengan jelas).

Selain beberapa gejala umum yang mudah dikenali di atas, penyakit stroke juga dapat menimbulkan beberapa gejala lainnya, seperti :

  • Rasa mual
  • Penurunan kesadaran
  • Vertigo
  • Kesulitan menelan (Disfagia)
  • Gangguan pada keseimbangan tubuh
  • Mengalami penglihatan ganda (Double vision)
  • Hilangnya penglihatan secara mendadak. 

Komplikasi Penyakit Akibat Penyakit Stroke?

Selain menyebabkan terjadinya kerusakan otak yang berpotensi tinggi membawa penderitanya pada kematian apabila tidak langsung ditangani. Tidak banyak yang mengetahui bahwa penyakit stroke ini juga dapat memicu munculnya beberapa penyakit lainnya. Adapun beberapa komplikasi penyakit yang dapat muncul akibat penyakit ini adalah sebagai berikut:

Deep vein thrombosis

Salah satu komplikasi penyakit yang dapat dialami oleh penderita stroke adalah Deep vein thrombosis. Penyakit ini adalah kondisi terjadinya penggumpalan darah di tungkai yang menyebabkan kelumpuhan.

Hidrosefalus

Hidrosefalus juga merupakan komplikasi penyakit lainnya yang juga dialami oleh  penderia penyakit stroke. Dalam dunia medis, Hidrosefalus adalah penyakt yang disebabkan adanya penumpukan cairan pada rongga otak. 

Pneumonia Aspirasi

Dalam beberapa kasus, penyakit stroke juga menyebabkan penyakit yang dikenal dengan nama Pneumonia Aspirasi. Pneumonia Aspirasi sendiri adalah kondisi dimana terjadinya kerusakan saraf pada otot yang memiliki fungsi untuk proses menelan. Kerusakan saraf pada otot tersebut membuat makanan dan minuman yang ditelan masuk ke dalam bagian saluran pernapasan.

Diagnosis Penyakit Stroke Oleh Dokter

Dalam penanganan penyakit stroke, diagnosis dokter adalah hal yang harus dilakukan sesegera mungkin. Hal tersebut tentu ditujukan untuk memberikan pertolongan agar nyawa dari penderita stroke ini dapat diselamatkan.

Untuk mendiagnosis penyakit stroke ini, umumnya dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan pada beberapa hal berikut:

  • Keseimbangan dan koordinasi tubuh.
  • Tingkat  kewaspadaan
  • Kondisi mati rasa pada lengan dan wajah.
  • Gangguan bicara
  • Gangguan penglihatan.

Setelah melakukan pemeriksaan beberapa  aspek yang kami sebutkan di atas, dokter akan melakukan pemeriksaan tahap lanjutan yang meliputi:

  • Tes darah – pengecekan kadar gula dalam darah, jumlah sel darah, kecepatan pembekuan darah hingga keseimbangan zat kimia dan juga elektrolit dalam darah penderita.
  • CT Scan – Pemeriksaan CT Scan untuk mendeteksi adanya tanda-tanda pendarahan. Pemeriksaan CT Scan dini akan menghasilkan sebuah gambar otak. Gambar otak inilah yang nantinya akan digunakan untuk menemukan pendarahan atau kondisi ganjil yang terjadi pada otak.
  • MRI – Pemeriksaan MRI untuk mengetahui jaringan otak yang mengalami kerusakan dan juga pendarahan otak. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan gelombang radio dan magnet ,selanjutnya hasilnya akan ditampilkan dalam bentuk gambar.
  • Elektrokardiografi – Pemeriksaan Elektrokardiogram dilakukan untuk mencari tahu adanya gangguan irama detak jantung dan juga kemungkinan adanya penyakit jantung koroner.
  • USG doppler karotis – Pemeriksaan USG doppler karotis adalah pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk memeriksa kondisi aliran sekaligus mendeteksi gumpalan lemak di aliran darah di dalam arteri karotis. 
  • Ekokardiografi – Pemeriksaan menggunakan gelombang suara guna mendeteksi adanya penurunan fungsi pompa jantung dan juga gumpalan yang menyumbat aliran darah ke otak.

Apa Pengobatan Untuk Penyakit Stroke?

Untuk penanganan dan pengobatan penyakit stroke, hal tersebut harus dilakukan oleh dokter sarah atau dokter bedah saraf. Berdasarkan informasi dari halaman Alodokter, penanganan awal dari penyakit stroke ini adalah berfokus pada menjaga jalan nafas, mengendalikan kondisi darah dan juga menjaga tekanan darah dari penderita.

Obat Untuk Penyakit Stroke Iskemik

Untuk jenis stroke iskemik, terdapat beberapa jenis obat stroke yang umumnya akan diberikan kepada penderita, yaitu meliputi:

Penyuntikkan rtPA (recombinant tissue plasminogen activator) – Penyuntikan obat rtPA ini dilakukan untuk melalui infus dengan tujuan untuk mengembalikan kondisi aliran darah dari penderita. Pengobatan ini sendiri umumnya hanya diberikan pada penderita yang harus segera dibawa ke rumah sakit dalam waktu 3 hingga 4.5 jam setelah gejala penyakit stroke muncul (penanganan awal).

Obat antiplatelet – Jenis obatan lainnya yang diberikan kepada penderita stroke iskemik adalah Obat antiplatelet. Obat antiplatelet ini sendiri disebut mirip aspirin dan memiliki fungsi untuk menghambat atau mencegah pembekuan darah.

Obat antikoagulan – Jenis Obat antikoagulan ini umumnya merupakan obat stroke iskemik yang diberikan kepada penderita yang mengalami gangguan irama jantung. Sama dengan obat antiplatelet sebelumnya, obat ini juga memiliki fungsi untuk mencegah pembekuan darah.

Obat antihipertensi – Obat antihipertensi ini memiliki fungsi untuk mengendalikan tekanan darah dan juga sekaligus mencegah agar stroke tidak kembali kambuh.

Statin- Obat golongan statin juga umumnya diberikan pada penderita penyakit stroke iskemik. Obat ini berfungsi menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Salah satu contoh obat dari golongan statin Ini adalah atorvastatin.

Obat Untuk Penyakit Stroke Hemoragik

Sedangkan untuk obat-obatan untuk penyakit stroke hemoragik. Bersumber dari halaman yang sama yakni alodokter, umumnya dokter akan memberikan obat untuk menurunkan tekanan otak, tekanan darah dan juga obat pencegah kejang untuk penderita stroke hemoragik ini.

Jika terdapat kasus dimana pasien stroke hemoragik ini mengonsumsi obat pengencer darah, dokter biasanya akan memberikan sejumlah obatan yang dapat melawan efek dari obat pengencer darah tersebut.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Stroke?

Setelah membahas cukup lebar mengenai gejala penyakit stroke hingga pengobatannya. Pada bagian akhir pada artikel ini, kami juga akan memberikan beberapa saran dan cara yang dapat anda coba untuk menurunkan potensi anda mengalami penyakit stroke ini. Adapun beberapa saran tersebut adalah sebagai berikut:

Menjaga Pola Makan

Salah satu hal yang disarankan untuk menghindarkan anda dari kemungkinan terkena penyakit stroke ini. Pada bagian ini, anda disarankan untuk mulai mengurangi konsumsi makanan asin dan berlemak. Hal tersebut dikarenakan kedua makanan tersebut dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan kemungkinan mengalami hipertensi.

Seperti yang diketahui bahwa kolesterol dan hipertensi termasuk faktor resiko stroke. Jika anda dapat menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah anda, maka anda telah memperkecil resiko anda untuk mengalami penyakit ini.

Pada bagian ini, kami juga menyarankan anda agar mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh, makanan berprotein dan bervitamin, sayur serta buahan.

Hentikan Kebiasaan Merokok Dan Mengkonsumsi Alkohol

Merokok dan juga mengkonsumsi minuman beralkohol juga merupakan beberapa dari hal yang dapat mempertinggi potensi anda terkena penyakit stroke. Kebiasaan merokok memberikan efek buruk kepada tubuh, berupa penyempitan pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal.

Sedangkan kebiasaan mengkonsumsi alkohol juga memiliki efek yang sama buruknya, dimana kebiasaan ini dapat menyebabkan diabetes dan hipertensi yang merupakan pemicu penyakit stroke.

Mulai Berolahraga Secara Teratur

Saran terakhir yang dapat anda coba untuk mengurangi resiko penyakit stroke ini adalah dengan mulai berolahraga secara teratur. Berolahraga dapat memberikan efek baik pada tubuh anda, yakni membuat jantung dan juga sistem peredaran darah di tubuh bekerja dengan lebih efisien.

Untuk anda yang cukup sibuk, anda tidak perlu memaksakan diri untuk berolahraga setiap harinya. Berdasarkan ulasan dari banyak halaman medis, disebutkan bahwa anda yang berumur 19 hingga 64 tahun disarankan untuk berolahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu. Sedangkan untuk jenis olahraga yang disarankan, anda dapat mencoba jenis olahraga aerobic maupun latihan kekuatan.

Itulah beberapa ulasan dari kami mengenai gejala penyakit stroke beserta faktor penyebab dan cara pengobatannya. Semoga artikel yang kami rangkum ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan anda seputar kesehatan. Jangan lupa untuk mengikuti artikel kesehatan menarik lainnya dari kami ya. Terima kasih.

Mungkin anda tertarik: Monster Hunter World Review: Best Weapon for Solo

Published inUncategorized